Table of Content

Posts

Pendiri LBH Surya NTT Lepas Mahasiswa Magang dengan Pesan Mendalam: "Ilmu Hukum Tanpa Nurani Hanyalah Belati Tanpa Sarung"

Foto/Pelepasan mahasiswa magang dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kupang. 

Kupang, 13 Maret 2026 – Suasana haru menyelimuti ruang utama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surya Nusa Tenggara Timur, Jumat sore. Herry F.F. Battileo, S.H., M.H., pengawas sekaligus pendiri lembaga yang telah malang melintang dalam dunia advokasi keadilan itu, melepas secara resmi sekelompok mahasiswa magang dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kupang. Pelepasan ini menandai berakhirnya program Praktik Kerja Lapangan (PKL) mereka yang berlangsung selama beberapa pekan terakhir.


Di hadapan mahasiswa yang duduk melingkar, Herry yang dikenal dengan gaya bicara tegas namun reflektif itu berdiri. Matanya menyapu satu per satu wajah muda yang dalam beberapa minggu ini menjadi bagian dari denyut nadi LBH Surya. Ia tidak hanya melepas mereka sebagai peserta magang, tetapi sebagai kader-kader keadilan yang akan melanjutkan estafet perjuangan hukum di bumi Flobamora.


"Magang ini bukan sekadar tentang bagaimana menyusun berkas atau mendampingi klien di meja hijau," ujarnya membuka pesan. "Ini tentang bagaimana kalian menajamkan hati, bukan hanya menajamkan logika. Ilmu hukum tanpa nurani hanyalah belati tanpa sarung—ia bisa melukai, bukan melindungi."


Pesan itu menggema di ruangan yang sunyi. Herry, yang telah puluhan tahun bergulat dengan kasus-kasus rakyat kecil, menekankan bahwa profesi hukum bukanlah panggung untuk ketenaran, melainkan altar pengabdian. Ia mengisahkan pengalaman awal dirinya mendirikan LBH Surya bersama rekan-rekan—masa-masa ketika kursi masih terbatas, berkas ditumpuk di lantai, namun semangat keadilan tak pernah pudar.


"Kalian adalah saksi bagaimana setiap keluhan warga, setiap air mata pencari keadilan, kami tampung dengan telinga dan hati yang sama. Jangan pernah lelah menjadi pembela mereka yang tersisih. Jika kalian nanti menjadi advokat, jaksa, atau hakim, ingatlah selalu dari mana kalian belajar: dari lorong-lorong kecil dan ruang sederhana ini," tambahnya.


Dosen pembimbing lapangan, Irzani A. Abdulrahman, S.H., M.H., yang turut hadir dalam acara pelepasan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LBH Surya NTT. Ia mengakui bahwa pengalaman di lembaga bantuan hukum memberikan warna berbeda dalam pendidikan para mahasiswa.


"Di sinilah mereka belajar bahwa hukum tidak hanya soal pasal, tetapi juga tentang nyali dan cinta kepada sesama," ujar Irzani.


Salah satu mahasiswa magang, dengan mata berkaca, menyampaikan kesannya. Ia mengaku banyak belajar tentang keberpihakan dan ketulusan selama berada di LBH Surya. "Pak Herry mengajarkan kami bahwa menang itu bukan soal kemenangan di pengadilan, tapi soal bagaimana kita bisa membuat seseorang kembali tersenyum setelah keadilan ditegakkan."


Herry F.F. Battileo pun menyempatkan diri bersalaman satu per satu, seperti seorang ayah yang melepas anaknya merantau. "Kalian boleh pulang ke kampus, tapi biarkan hati kalian tetap singgah di sini. Di mana pun kalian berada, jadilah garam dan terang bagi dunia hukum Indonesia," bisiknya di sela-sela jabatan terakhir.


Kupang, 13 Maret 2026 – Suasana haru dan penuh makna itulah yang menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa sebelum kembali ke bangku kuliah, membawa mimpi baru: menjadi pembela kebenaran yang tak pernah padam.